RANGKUMAN KELOMPOK 9
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) pada hakikatnya adalah menghubungkan angka angka yang terdapat dalam laporan keuangan dengan angka lain atau menjelaskan arah perubahan (trend)nya. Menganalisis laporan keuangan berarti mengevaluasi 3 karakteristik : likuiditasnya, perfitabilitasnya dan solvabilitasnya.
Cara menganalisis laporan keuangan
Beragam cara digunakan untuk mengevaluasi pentingnya data laporan keuangan. 3 cara yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
Analisis horizontal mengavaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode waktu tertentu.
Analisis vertikal mengevaluasi laporan keuangan dengan menyatakan setiap pos dalam laporan keuangan sebagai persentase dari jumlah yang akan menjadi dasar.
Analisi rasio menyatakan diantara pos pos yang dipilih dari data laporan keuangan.
Analisis horizontal umumnya digunakan pada perbandingan di dalam perusahaan. Analisis vertikan digunakan baik pada perbandingan di dalam perusahaan maupun antar perusahaan. Analisis rasio digunakan pada 3 cara perbandingan
Analisis Horizontal
Analisis horizontal (horizontal analysis), yang juga disebut analisis tren (trend analysis) adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk menentukan kenaikan atau penurunan yang telah terjadi. Perubahan ini dapat dinyatakan baik dalam jumlah maupun persentase
Rumus untuk analisis horizontal atas perubahan sejak periode dasar ππππ’ππβππ π ππππ πππππππ πππ ππ= ππ’πππβ π‘πβπ’π πππ−ππ’πππβ π‘πβπ’π πππ ππππ’πππβ π‘πβπ’π πππ ππ
Analisis Vertial
Analisis vertikan (vertikal analysis), juga disebut analisis ukuran umum (common size analysis) adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menyatakan setiap pos dalam sebuah laporan keuangan yang menyatakan sebagai persentase dari jumlah dasar.
Analisis Rasio
Analisis Rasio (ratio analysis) menyatakan hubungan diantara pos-pos tertentu dari data laporan keuangan. Sebuah rasio (ratio) menyatakan hubungan matematika antara satu kuantitas dengan yang lainnya. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk persentase, tingkat, atau proporsi sederhana. Pada pembahasan rasio kita akan menggunakan jenis-jenis perbandingan berikut ini:
1. Perbandingan intra perusahaan
2. Perbandingan rata-rata industri
3. Perbandingan antar perusahaan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas(liquidity ratio) mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar kewajibannya yang telah jatuh tempo dan memenuhi kebutuhan kas yang tak terduga. Para kreditor jangka pendek seperti bankir dan pemasok terutama tertarik untuk menilai likuiditas. Rasio-rasio yang dapat digunakan untuk menentukan pembayaran utang jangka pendek perusahaan adalah rasio lancar, rasio cepat, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.
1. Rasio Lancar
Rasio lancar(current ratio) adalah pengukuran yang digunakan secara luas untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan dan kemampuan membayar utang jangka pendek. Rasio tersebut dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. π ππ ππ πΏπππππ= π΄π ππ‘ πΏππππππΎππ€ππππππ π½πππππ ππππππ
Rasio lancar terkadang disebut sebagai rasio modal kerja (Working Capital Ratio) karena modal kerja merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. Rasio lancar adalah indikator likuiditas yang lebih dapat diandalkan dibandingkan modal kerja.
2. Rasio cepat
Rasio cepat adalah pengukuran likuiditas jangka pendek segera perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah dari kas, investasi jangka pendek, dan piutang bersih dengan kewajiban jangka pendek. π ππ ππ πΆππππ‘= πππ +πππ£ππ π‘ππ π ππππππ ππππππ+πππ’π‘πππ (ππππ πβ)πππ€ππππππ ππππππ ππππππ
3. Perputaran piutang
Perputaran piutang (receivables turnover) adalah rasio yang digunakan untuk menilai likuiditas piutang. Rasio ini mengukur berapa kali rata rata piutang dapat tertagih selama satu periode. Perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan kredit bersih (penjualan bersih – penjualan tunai) dengan piutang bersih rata rata. πππππ’π‘ππππ πππ’π‘πππ= πππππ’ππππ πΎπππππ‘ π΅πππ πβπππ’π‘πππ π΅πππ πβ π ππ‘π−π ππ‘π
Bentuk umum dari rasio perputaran piutang adalah mengubahnya menjadi periode (waktu) penagihan rata – rata (average collection periode) dalam satuan harian. Hal ini dilakukan dengan membagi rasio perputaran piutang ke dalam 365 hari.
4. Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur berapa kali rata-rata persediaan dijual selama satu periode. Tujuannya adalah untuk mengukur likuiditas persediaan. Perputaran persediaan dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Kecuali jika terdapat faktor musiman yang signifikan, persediaan rata-rata dapat dihitung dari saldo persediaan awal dan akhir.
πππππ’π‘ππππ ππππ ππππππ=π»ππππ πππππ πππππ’ππππππππ ππππππ π ππ‘π−πππ‘π
Bentuk dari perputaran persediaan adalah jumlah dari rata-rata untuk menjual persediaan ( average days to sell inventory).
Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas (profitability ratio)mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi dari sebuah perusahaan untuk periode waktu tertentu. Laba, atau kekurangannya,memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh perdanaan utang dan ekuitas. Hal tersebut juga memengaruhi posisi
likuiditas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh. Sebagai konsekuensinya, baik kreditor maupun investor tertarik dengan mengevaluasi daya laba-profitabilitas. Profitabilitas sering kali digunakan sebagai uji utama atas keefektivitasan operasi manajemen.
5. Margin Laba
Margin laba (profit margin) adalah pengukuran presentase setiap nilai penjualan yang menghasilkan laba. Hal ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih. ππππππ πΏπππ ππ‘ππ πππππ’ππππ=πΏπππ π΅πππ πβπππππ’ππππ π΅πππ πβ
Perusahaan dengan volume penjualan yang tinggi ( perputaran persediaan yang tinggi ) seperti toko klontong dan toko diskon umumnya mengalami margin laba yang rendah. Sebaliknya, perusahaan dengan voluime penjualan yang rendah seperti toko perhiasan atau pembuat pesawat terbang memiliki margin laba tinggi.
6. Perputaran Aset
Perputara aset ( asset turnover)mengukur seberapa efisien sebuah perusahaan menggunakan asetnya untuk memperoleh penjualan. Hal ini ditentukan dengan membagi penjualan bersih dengan setiap dolar yang diinvestasikan pada aset. Kecuali terdapat faktor musiman yang signifikan, total aset rata-rata dapat dihitung dari saldo awal dan saldo akhir total aset. πππππ’π‘ππππ π΄π ππ‘=πππππ’ππππ π΅πππ πβπ΄π ππ‘ π ππ‘π−πππ‘π
Rasio perputara aset sangat beragam sesuai dengan industrinya.
7. Pengembalian Atas Aset
Pengembalian atas aset (return on asset - ROA) adalah pengukuran secara keseluruhan atas profitabilitas. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan aset rata-rata. ππππππππππππ ππ‘ππ π΄π ππ‘=πΏπππ π΅πππ πβπ΄π ππ‘ π ππ‘π−πππ‘π
8. Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa
Rasio profitabilitas lainnya digunakan secara luas adalah Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa ( return on common stockholders’ equity ). Rasio ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukan berapa banyak laba bersih dalam dolar yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan oleh para pemilik. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham biasa rata-rata. ππππππππππππ ππ‘ππ πΈππ’ππ‘ππ ππππππππ ππβππ π΅πππ π= πΏπππ π΅πππ πβπΈππ’ππ‘ππ ππππππππ ππβππ π΅πππ π π ππ‘π−πππ‘π
9. Laba Per Saham ( LSP )
Laba Per Saham – LSP ( earning per share –ESP ) adalah pengukuran laba bersih yang diperoleh oleh atas tisp lembar saham biasa. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama setahun. Pengukuran laba bersih yang diperoleh pada dasar per lembar saham memberikan sudut pandang yang bermanfaat umtuk menentukan profitabilitas.
πΏπππ πππ ππβππ=πΏπππ ππππ πβπ ππ‘π−πππ‘π ππππ‘ππππππ ππβππ π΅πππ π π΅ππππππ
Istilah “laba per saham“ dan “laba bersih per lembar saham” mengacu pada jumlah laba bersih yang dapat diberikan ke setiap lembar saham biasa. Jika ketika menghitung LSP terdapat divinden preferen yang diumumkan pada periode tersebut, maka jumlah tersebut harus dikurangi dari laba bersih untuk menentukan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa.
10. Rasio Harga – Laba
Rasio harga-laba (price-earning ratio-P.E) adalah pengukuran yang sering dijadikan acuan atas rasio harga pasar setiap lembar saham biasa terhadap laba per saham. Rasio Harga-laba (P.E) mencerminkan penilaian investor terhadap laba perusahaan dimasa depan. π ππ ππ π»ππππ−ππππ=π»ππππ πππ ππ πππ πΏπππππ ππβπππΏπππ πππ πΏπππππ ππβππ
11. Rasio pembayaran
Rasio pembayaran (payout ratio) mengukur presentase pendapatan yang didistribusikan dalam bentuk dividen kas (tunai). Rasio ini dihitung dengan membagi dividen kas dengan laba bersih. Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi umumnya memiliki rasio pembayaran yang rendah karena mereka menginvestasikan kembali sebagaian besar dari laba bersihnya ke bisnis mereka. π ππ ππ ππππππ¦ππππ=π·ππ£ππππ πππ ππππ π΅πππ πβ
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas (solvency ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan selama periode waktu yang panjang. Kreditor jangka panjang dan para pemegang saham utamanya tertarik pada kemampuan perusahaan untuk membayarkan kembali jumlah pokok utang pada saat jatuh tempo.
12. Rasio utang terhadap total aset
Rasio utang terhadap tota aset (debt to total assets ratio)mengukur presentase total aset yang diberikan oleh para kreditor. Rasio dihitung dengan membagi total utang (baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang)dengan total aset. Mengindikasikan tingkat leverage perusahaan. ππ‘πππ π‘ππβππππ πππ‘ππ π΄π ππ‘=πππ‘ππ ππ‘ππππππ‘ππ π΄π ππ‘
13. Kelipatan Bunga yang Dapat Dibayarkan
Kelipatan bunga yang dapat dibayarkan (times interest earned) memberikan indikasi kemampuan perusahaan untuk melunasi pembayaran bunga ketika jatuh tempo. Rasio ini dihitung dengan membagi laba sebelum beban bunga dan pajak penghasilan dengan beban bunga. πΎππππππ‘ππ π΅π’πππ π¦πππ π·ππππ‘ π·ππππ¦πππππ =πΏπππ π πππππ’π πππππ ππππβππ ππππ πππ π΅ππππ ππ’ππππ΅ππππ π΅π’πππ
Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Estimasi
laporan keuangan mencangkup banyak estimasi angka. Estimasi digunakaan dalam menentukan penyisihan piutang tiak tertagih, depresiasi periodik, biaya garansi, dan kerugian kontijensi . Seandainya estmaasi-estmasi ini tidak akurat, maka rasio dan presentase keuangan juga tida akurat.
Biaya
Laporan keuangan tradisional didasarkan pada biaya perolehan dan tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga. Perbandingan data keuangan yang tidak disesuaikan dari periode-periode yang berbeda mungkin menjadi tidak valid karena adanya inflasi atau deflasi yang signifikan.
Metode Akuntansi alternatif
Perusahaan beragam dalam penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Keragaman tersebut ddapat menyulitkan perbaningan.
Data yang Berbeda
Data akhir tahun pajak mungkin tiak sama dengan kondisi keuangan selama tahun tersebut.perusahaan seringkali membuat akhir tahun pajak yang sesuai dengan titik rendah pada aktivitas operasi atau pada tingkat persediaan. Maka beberapa saldo akun ( kas, piutang, utang an persediaan.) mungkin tidak mewakili saldo pada akun-akun selama tahun tersebut.
Keberagaman (Deversfikasi) Perusahaan
Keberagaman dalam lingkungan global juga membatasi kegunaan analisis keuangan. Banyak perusahaan kini sangat beragam sehingga mereka tidak dapat digolongkan ke dalam satu industri tunggal- mereka telah menjadi konglomerat yang sebenarnya. Perusahaan yang satu dengan yang lainnya tampak dapat dperbaningkan tetapi sebenarnya tidak.
Cara menganalisis laporan keuangan
Beragam cara digunakan untuk mengevaluasi pentingnya data laporan keuangan. 3 cara yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
Analisis horizontal mengavaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode waktu tertentu.
Analisis vertikal mengevaluasi laporan keuangan dengan menyatakan setiap pos dalam laporan keuangan sebagai persentase dari jumlah yang akan menjadi dasar.
Analisi rasio menyatakan diantara pos pos yang dipilih dari data laporan keuangan.
Analisis horizontal umumnya digunakan pada perbandingan di dalam perusahaan. Analisis vertikan digunakan baik pada perbandingan di dalam perusahaan maupun antar perusahaan. Analisis rasio digunakan pada 3 cara perbandingan
Analisis Horizontal
Analisis horizontal (horizontal analysis), yang juga disebut analisis tren (trend analysis) adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk menentukan kenaikan atau penurunan yang telah terjadi. Perubahan ini dapat dinyatakan baik dalam jumlah maupun persentase
Rumus untuk analisis horizontal atas perubahan sejak periode dasar ππππ’ππβππ π ππππ πππππππ πππ ππ= ππ’πππβ π‘πβπ’π πππ−ππ’πππβ π‘πβπ’π πππ ππππ’πππβ π‘πβπ’π πππ ππ
Analisis Vertial
Analisis vertikan (vertikal analysis), juga disebut analisis ukuran umum (common size analysis) adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menyatakan setiap pos dalam sebuah laporan keuangan yang menyatakan sebagai persentase dari jumlah dasar.
Analisis Rasio
Analisis Rasio (ratio analysis) menyatakan hubungan diantara pos-pos tertentu dari data laporan keuangan. Sebuah rasio (ratio) menyatakan hubungan matematika antara satu kuantitas dengan yang lainnya. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk persentase, tingkat, atau proporsi sederhana. Pada pembahasan rasio kita akan menggunakan jenis-jenis perbandingan berikut ini:
1. Perbandingan intra perusahaan
2. Perbandingan rata-rata industri
3. Perbandingan antar perusahaan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas(liquidity ratio) mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar kewajibannya yang telah jatuh tempo dan memenuhi kebutuhan kas yang tak terduga. Para kreditor jangka pendek seperti bankir dan pemasok terutama tertarik untuk menilai likuiditas. Rasio-rasio yang dapat digunakan untuk menentukan pembayaran utang jangka pendek perusahaan adalah rasio lancar, rasio cepat, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.
1. Rasio Lancar
Rasio lancar(current ratio) adalah pengukuran yang digunakan secara luas untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan dan kemampuan membayar utang jangka pendek. Rasio tersebut dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. π ππ ππ πΏπππππ= π΄π ππ‘ πΏππππππΎππ€ππππππ π½πππππ ππππππ
Rasio lancar terkadang disebut sebagai rasio modal kerja (Working Capital Ratio) karena modal kerja merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. Rasio lancar adalah indikator likuiditas yang lebih dapat diandalkan dibandingkan modal kerja.
2. Rasio cepat
Rasio cepat adalah pengukuran likuiditas jangka pendek segera perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah dari kas, investasi jangka pendek, dan piutang bersih dengan kewajiban jangka pendek. π ππ ππ πΆππππ‘= πππ +πππ£ππ π‘ππ π ππππππ ππππππ+πππ’π‘πππ (ππππ πβ)πππ€ππππππ ππππππ ππππππ
3. Perputaran piutang
Perputaran piutang (receivables turnover) adalah rasio yang digunakan untuk menilai likuiditas piutang. Rasio ini mengukur berapa kali rata rata piutang dapat tertagih selama satu periode. Perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan kredit bersih (penjualan bersih – penjualan tunai) dengan piutang bersih rata rata. πππππ’π‘ππππ πππ’π‘πππ= πππππ’ππππ πΎπππππ‘ π΅πππ πβπππ’π‘πππ π΅πππ πβ π ππ‘π−π ππ‘π
Bentuk umum dari rasio perputaran piutang adalah mengubahnya menjadi periode (waktu) penagihan rata – rata (average collection periode) dalam satuan harian. Hal ini dilakukan dengan membagi rasio perputaran piutang ke dalam 365 hari.
4. Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur berapa kali rata-rata persediaan dijual selama satu periode. Tujuannya adalah untuk mengukur likuiditas persediaan. Perputaran persediaan dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Kecuali jika terdapat faktor musiman yang signifikan, persediaan rata-rata dapat dihitung dari saldo persediaan awal dan akhir.
πππππ’π‘ππππ ππππ ππππππ=π»ππππ πππππ πππππ’ππππππππ ππππππ π ππ‘π−πππ‘π
Bentuk dari perputaran persediaan adalah jumlah dari rata-rata untuk menjual persediaan ( average days to sell inventory).
Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas (profitability ratio)mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi dari sebuah perusahaan untuk periode waktu tertentu. Laba, atau kekurangannya,memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh perdanaan utang dan ekuitas. Hal tersebut juga memengaruhi posisi
likuiditas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh. Sebagai konsekuensinya, baik kreditor maupun investor tertarik dengan mengevaluasi daya laba-profitabilitas. Profitabilitas sering kali digunakan sebagai uji utama atas keefektivitasan operasi manajemen.
5. Margin Laba
Margin laba (profit margin) adalah pengukuran presentase setiap nilai penjualan yang menghasilkan laba. Hal ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih. ππππππ πΏπππ ππ‘ππ πππππ’ππππ=πΏπππ π΅πππ πβπππππ’ππππ π΅πππ πβ
Perusahaan dengan volume penjualan yang tinggi ( perputaran persediaan yang tinggi ) seperti toko klontong dan toko diskon umumnya mengalami margin laba yang rendah. Sebaliknya, perusahaan dengan voluime penjualan yang rendah seperti toko perhiasan atau pembuat pesawat terbang memiliki margin laba tinggi.
6. Perputaran Aset
Perputara aset ( asset turnover)mengukur seberapa efisien sebuah perusahaan menggunakan asetnya untuk memperoleh penjualan. Hal ini ditentukan dengan membagi penjualan bersih dengan setiap dolar yang diinvestasikan pada aset. Kecuali terdapat faktor musiman yang signifikan, total aset rata-rata dapat dihitung dari saldo awal dan saldo akhir total aset. πππππ’π‘ππππ π΄π ππ‘=πππππ’ππππ π΅πππ πβπ΄π ππ‘ π ππ‘π−πππ‘π
Rasio perputara aset sangat beragam sesuai dengan industrinya.
7. Pengembalian Atas Aset
Pengembalian atas aset (return on asset - ROA) adalah pengukuran secara keseluruhan atas profitabilitas. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan aset rata-rata. ππππππππππππ ππ‘ππ π΄π ππ‘=πΏπππ π΅πππ πβπ΄π ππ‘ π ππ‘π−πππ‘π
8. Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa
Rasio profitabilitas lainnya digunakan secara luas adalah Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa ( return on common stockholders’ equity ). Rasio ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukan berapa banyak laba bersih dalam dolar yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan oleh para pemilik. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham biasa rata-rata. ππππππππππππ ππ‘ππ πΈππ’ππ‘ππ ππππππππ ππβππ π΅πππ π= πΏπππ π΅πππ πβπΈππ’ππ‘ππ ππππππππ ππβππ π΅πππ π π ππ‘π−πππ‘π
9. Laba Per Saham ( LSP )
Laba Per Saham – LSP ( earning per share –ESP ) adalah pengukuran laba bersih yang diperoleh oleh atas tisp lembar saham biasa. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama setahun. Pengukuran laba bersih yang diperoleh pada dasar per lembar saham memberikan sudut pandang yang bermanfaat umtuk menentukan profitabilitas.
πΏπππ πππ ππβππ=πΏπππ ππππ πβπ ππ‘π−πππ‘π ππππ‘ππππππ ππβππ π΅πππ π π΅ππππππ
Istilah “laba per saham“ dan “laba bersih per lembar saham” mengacu pada jumlah laba bersih yang dapat diberikan ke setiap lembar saham biasa. Jika ketika menghitung LSP terdapat divinden preferen yang diumumkan pada periode tersebut, maka jumlah tersebut harus dikurangi dari laba bersih untuk menentukan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa.
10. Rasio Harga – Laba
Rasio harga-laba (price-earning ratio-P.E) adalah pengukuran yang sering dijadikan acuan atas rasio harga pasar setiap lembar saham biasa terhadap laba per saham. Rasio Harga-laba (P.E) mencerminkan penilaian investor terhadap laba perusahaan dimasa depan. π ππ ππ π»ππππ−ππππ=π»ππππ πππ ππ πππ πΏπππππ ππβπππΏπππ πππ πΏπππππ ππβππ
11. Rasio pembayaran
Rasio pembayaran (payout ratio) mengukur presentase pendapatan yang didistribusikan dalam bentuk dividen kas (tunai). Rasio ini dihitung dengan membagi dividen kas dengan laba bersih. Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi umumnya memiliki rasio pembayaran yang rendah karena mereka menginvestasikan kembali sebagaian besar dari laba bersihnya ke bisnis mereka. π ππ ππ ππππππ¦ππππ=π·ππ£ππππ πππ ππππ π΅πππ πβ
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas (solvency ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan selama periode waktu yang panjang. Kreditor jangka panjang dan para pemegang saham utamanya tertarik pada kemampuan perusahaan untuk membayarkan kembali jumlah pokok utang pada saat jatuh tempo.
12. Rasio utang terhadap total aset
Rasio utang terhadap tota aset (debt to total assets ratio)mengukur presentase total aset yang diberikan oleh para kreditor. Rasio dihitung dengan membagi total utang (baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang)dengan total aset. Mengindikasikan tingkat leverage perusahaan. ππ‘πππ π‘ππβππππ πππ‘ππ π΄π ππ‘=πππ‘ππ ππ‘ππππππ‘ππ π΄π ππ‘
13. Kelipatan Bunga yang Dapat Dibayarkan
Kelipatan bunga yang dapat dibayarkan (times interest earned) memberikan indikasi kemampuan perusahaan untuk melunasi pembayaran bunga ketika jatuh tempo. Rasio ini dihitung dengan membagi laba sebelum beban bunga dan pajak penghasilan dengan beban bunga. πΎππππππ‘ππ π΅π’πππ π¦πππ π·ππππ‘ π·ππππ¦πππππ =πΏπππ π πππππ’π πππππ ππππβππ ππππ πππ π΅ππππ ππ’ππππ΅ππππ π΅π’πππ
Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Estimasi
laporan keuangan mencangkup banyak estimasi angka. Estimasi digunakaan dalam menentukan penyisihan piutang tiak tertagih, depresiasi periodik, biaya garansi, dan kerugian kontijensi . Seandainya estmaasi-estmasi ini tidak akurat, maka rasio dan presentase keuangan juga tida akurat.
Biaya
Laporan keuangan tradisional didasarkan pada biaya perolehan dan tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga. Perbandingan data keuangan yang tidak disesuaikan dari periode-periode yang berbeda mungkin menjadi tidak valid karena adanya inflasi atau deflasi yang signifikan.
Metode Akuntansi alternatif
Perusahaan beragam dalam penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Keragaman tersebut ddapat menyulitkan perbaningan.
Data yang Berbeda
Data akhir tahun pajak mungkin tiak sama dengan kondisi keuangan selama tahun tersebut.perusahaan seringkali membuat akhir tahun pajak yang sesuai dengan titik rendah pada aktivitas operasi atau pada tingkat persediaan. Maka beberapa saldo akun ( kas, piutang, utang an persediaan.) mungkin tidak mewakili saldo pada akun-akun selama tahun tersebut.
Keberagaman (Deversfikasi) Perusahaan
Keberagaman dalam lingkungan global juga membatasi kegunaan analisis keuangan. Banyak perusahaan kini sangat beragam sehingga mereka tidak dapat digolongkan ke dalam satu industri tunggal- mereka telah menjadi konglomerat yang sebenarnya. Perusahaan yang satu dengan yang lainnya tampak dapat dperbaningkan tetapi sebenarnya tidak.
Komentar
Posting Komentar