RANGKUMAN HASIL KELOMPOK 2
Prinsip-Prinsip Akuntansi
Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU) biasanya disebut generally accepted accounting principle (GAAP) yaitu konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum diwilayah tertentu pada saat tertentu. Di Indonesia dikenal dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) “berlaku umum” berarti prinsip-prinsip ini harus memiliki “dukungan otoritas yang kuat”. Dukungan tersebut biasanya datang dari 2 badan pembuatan standar: financial accounting standards board-FASB (Dewan Standard Akuntansi Keuangan) dan securities and exchange commission-SEC (Badan Pengawas Pasar Modal).
Kerangka konseptual FASB mencakup 4 bagian berikut:
1. Tujuan tujuan pelaporan keuangan
2. Karakteristik – karakteristik kualitatif informasi akuntansi
3. Elemen-elemen laporan keuangan
4. Panduan panduan pengoperasian (asumsi,prinsip,dan kendala).
FASB menyimpulkan bahwa tujuan-tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyerdiakan informasi yang :
1. Berguna bagi mereka yang menbuat keputusan investasi dan kredit.
2. Membantu dalam memperkirakan arus kas dimasa yang akan datang.
3. Mengidentifikasikan sumber daya ekonomi (asset), klaim atas sumber daya tersebut (kewajiban), serta perubahan pada sumber daya dan klaim tersebut.
Karakteristik – karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
1. Relevansi
Informasi akuntansi memiliki relevansi (relevance) jika dapat membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi yang relevan memiliki nilai prediktif atau nilai umpan balik maupun keduanya. Nilai prediktif (predictive value) membantu pengguna meramalkan kejadian-kejadian dimasa depan.
2. Dapat Diandalkan
Agar dapat diandalkan, informasi akuntansi harus diverivikasi, agar dapat membuktikan bahwa informasi tersebut terbebas dari kesalahan dan bias. Informasi tersebut juga harus merupakan penyajian yang jujur atas apa yang seharusnya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Terakhir , Informasi harus netral dimana informasi tersebut tidak boleh dipilih, dibuat, atau disajikan sesuai keinginan sekelompok pengguna yang berkepentingan diatas yang lainnya. Untuk menjamin keandalan, akuntan publik bersertifikat melakukan audit terhadap laporan keuangan.
3. Dapat Dibandingkan
Informasi akuntansi tentang perusahaan paling berguna ketika dapat dibandingkan dengan informasi akuntansi tentang perusahaan lainnya. Perbandingan atau komparabilitas dihasilkan ketika perusahaan-perusahaan yang berbeda menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang sama. Secara konseptual, perbandingan juga harus memperluas metode yang digunakan oleh perusahaan dalam mematuhi prinsip-prinsip akuntansi.
4. Konsistensi
Konsistensi berarti sebuah perusahaan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Jika perusahaan memilih menggunakan FIFO sebagai metode Biaya persediaan pada tahun pertama beroperasi, maka diharapkan perusahaan akan menggunakan FIFO pada Tahun-tahun berikutnya.
Asumsi (assumption) merupakan dasar bagi bagi proses akuntansi.
Prinsip (principle) adalah aturan khusus yang mengindikasikan bagaimana kejadian-kejadian ekonomi harus dilaporkan dalam proses akuntansi. Kendala (constraint) dalam proses akuntansi memungkinkan penyimpangan prinsip-prinsip tersebut dibawah kondisi – kondisi tertentu.
Asumsi Unit Moneter → merupakan asumsi bahwa unit pengukuran relative tetap konstan seiring waktu.
Asumsi Entitas Ekonomi → menyatakan bahwa aktivitas entitas harus dijaga terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya dan seluruh entitas ekonomi lainnya.
Asumsi Periode Waktu → menyatakan bahwa umur ekonomis dari sebuah bisnis dapat dibagi kedalam periode waktu buatan.
Asumsi Kelangsungan Usaha → mengasumsikan bahwa perusahaan akan meneruskan kegiatan operasionalnya cukup lama untuk menjalanka tujuan-tujuan yang ada.
Prinsip Pengakuan Pendapatan
Prinsip Pengakuan Pendapatan menyebutkan bahwa pendapatan harus diakui pada periode akuntansi saat pendapatan dihasikan. Terdapat 2 pengecualian terhadap dasar penjualan untuk pengukuran pendapatan yang berlaku umum. Pengecualian tersebut adalah metode presentase penyelesaian dan metode angsuran.
1. Metode persentase penyelesaian
Dalam metode persentase penyelesaian pendapatan, biaya dan laba kotor diakui pada setiap periode didasarkan kemajuan penyelesaian pembangunan atau persentase penyelesaian. Biaya pembangunan ditambah, ditambah dengan laba kotor sampai dengan tanggal tertentu diakumulasi dalam rekening persediaan (pembangunan dalam pelaksanaan) dan penagihan atas penyelesaian dicatat dalam rekening kontra persediaan (penagihan atas pembangunan dalam pelaksanaan) Metode persentase penyelesaian ini digunakan dengan alasan dalam kontrak tersebut penjual dan pembeli masing-masing mempunyai hak yang dapat digunakan. Pembeli berhak untuk mendapatkan kinerja tertentu dari kontrak dan penjual berhak mendapatkan pembayaran berkala.
Rumus untuk mengaku pendapatan pada metode persentase penyelesaian
Rumus untuk menghitung laba kotor pada periode berjalan
2. Metode Angsuran
. Dengan menggunakan metode angsuran, setiap pengurnpulan kas dari pelanggÄn terdiri atas (l) pengernbalian bagian harga pokok penjualan, dan (2) bagian laba kotor dari penjualan.
Rumus untuk mengakui laba kotor adalah sebagai berikut.
Kendala dalam Akuntansi
1. Materialitas
Materialitas berkaitan dengan dampak suatu pos terhadap kondisi keuangan dan operasional perusahaan secara keseluruhan. Suatu pos dikatakan material ketika memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi keputusan investor dan kreditur yang jujur. Pos tersebut menjadi tidak material jika tidak memiliki dampak terhadap pembuat keputusan.
2. Konservatisme
Konservatisme menyatakan bahwa ketika anda berada dalam keraguan, sebaiknya anda memiliki metode yang tampaknya paling tidak mungkin untuk menyajikan terlalu tinggi asset dan laba. Hal ini bukan berarti asset dan laba disajikan terlalu rendah. Conservative memberikan panduan yang beralasan untuk itu.



Komentar
Posting Komentar