RANGKUMAN HASIL KELOMPOK 3
PERSEKUTUAN
KARAKTERISTIK PERSKUTUAN
Karakteristik Persekutuan adalah merupakan sifat utama atau ciri khas persekutuan yang meliputi:
1. Kumpulan individu
Perkumpulan secara sukarela antara dua orang atau lebih dalam persekutuan biasanya terjadi hanya didasarkan jabat tangan.
2.Keagenan Bersama
Keagenan bersama (mutual agency) berarti bahwa masing-masing sekutu bertindak atas nama persekutuan selama melakukan aktivitas terkait dengan bisnis persekutuan, Tindakan dari satu orang sekutu akan mengikat semua sekutu lainnya dalam persekutuan.
3. Umur yang terbatas
Persekutuan tidak memiliki umur yang tidak terbatas. Persekutuan akan berakhir kapan saja bilamana ada penerima seorang sekutu baru atau berhentinya seorang sekutu sebagai anggota persekutuan.
4. Kewajiban yang tidak terbatas
Setiap sekutu mempunyai tanggung jawab secara pribadi terhadap seluruh kewajiban-kewajiban persekutuan. Masing-masing sekutu bertanggung jawab untuk seluruh utang persekutuan¸maka masing-masing sekutu dikatakan memiliki kewajiban yang tidak terbatas.
5. Kepemilikan Bersama atas Aset Persekutuan
Aset persekutuan dimiliki secara bersama-sama oleh sekutu. Apabila persekutuan dibubarkan. Aset tidak secara hukum kembali pada sekutu yang menyerahkan. Masing masing sekutu memiliki hak kepemilikan atas total aset yang nilainya sebesa saldo pada akun modal mereka masing-masing.
BENTUK-BENTUK ORGANISASI KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN
Negara akhirnya menciptakan bentuk organisasi bisnis khusus yang memiliki karateristik seperti persekutuan. Bentuk baru dari organisasi ini umumnya digunakan oleh perusahaan berskala kecil. Beberapa bentuk khusus tersebut adalah persekutuan terbatas, persekutuan dengan tanggung jawab terbatas, perusahaan dengan tanggung jawab terbatas, dan perseroan terbatas (PT) “S”.
1. Persekutuan Terbatas
Pada persekutuan terbatas,satu orang atau lebih memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan sisanya memiliki tanggung jawab terbatas atas utang perusahaan. Para sekutu dengan tanggung jawab tidak terbatas disebut sekutu umum (general partner). Sedakan sekutu dengan tanggung jawab terbatas disebut sekutu terbatas (limited partner).
2. Persekutuan dengan Tanggung Jawab Terbatas
Persekutuan dengan tanggung jawab terbatas (limited liability partnership) atau “LLP”, LLP dibentuk untuk melindungi sekutu yang tidak bersalah dari bentuk-bentuk malpraktik atau klaim atas kelalaian dari perbuatan sekutu lain. LLP umumnya memiliki kebijakan asuransi yang besar apabila persekutuan melakukan kesalahan dalam bentuk malpraktik.
3. Perusahaan dengan Tanggung Jawab Terbatas
Perusahaan dengan Tanggung Jawab Terbatas (limited liability company), atau “LLC” (atau “LC”). LLC umumnya memiliki umur terbatas,
4. PT “S”
PT “S” (“S” corporation) adalah perusahaan perseroan yang dikenakan pajak dengan cara yang sama seperti persekutuan dikenakan pajak.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PERSEKUTUAN
A. Kelebihan
- Menggabungkan keahlian dan sumber daya dari dua atau lebih individu. Contoh, kantor akuntan public berskala besar seperti Ernest & Young harus memiliki keahlian dibidang audit, perpajakan, dan konsultasi manajemen.
- Bebas dari peraturan dan batasan pemerintah
- Mudah dalam pengambilan keputusan
B. Kekurangan
- Keagenan bersama
- Umur yang terbatas
- Kewajiban tidak terbatas
PERJANJIAN PERSEKUTUAN
Perjanjian yang terjadi antara dua individu atau lebih dalam membentuk persekutuan diwujudkan secara tertulis. Perjanjian Persekutuan (partnership agreement) atau akta pendirian persekutuan (articles of co-partnership). Perjanjian persekutuan ini berisikan berbagai informasi dasar seperti nama dan lokasi utama perusahaan, tujuan usaha, dan tanggal pendirian. Selain itu, hubungan antara sekutu harus dituangkan dengan spesifik, seperti :
- Nama dan setoran modal masing-masing sekutu.
- Hak dan kewajiban masing-masing sekutu.
- Dasar pembagian laba atau rugi.
- Ketentuan untuk penarikan kembali aset
- Prosedur pengajuan perseilisihan ke pengadilan.
- Prosedur pengunduran diri sekutu lama atau masuknya sekutu baru.
- Hak dan kewajiban sekutu yang bertahan pada saat ada sekutu yang meninggal.
DASAR AKUNTANSI PERSEKUTUAN
1. pendirian Sebuah Persekutuan
Masing masing investasi awal sekutu dalam persekutuan dicatat dalam buku persekutuan. Investasi ini harus dicatat pada nilai pasar wajar dari asset pada saat asset tersebut dimasukkan ke dalam persekutuan. Nilai yang diberikan harus disepakati oleh seluruh sekutu. Tahap tahap dalam siklus akuntansi bagi perusahaan perseorangan juga berlaku bagi persekutuan. Sebagai contoh, persekutuan menyusun neraca saldo serta menjurnal dan memindah bukukan ayat jurnal penyesuaian neraca lajur juga dapat digunakan. Hanya terdapat sedikit perbedaan dalam menjurnal dan memposting ayat jurnal penutup dan dalam menyusun laporan keuangan, seperti yang dijelaskan di bawah ini. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya pemilik yang lebih dari satu orang.
2. PembagiLaba Bersih Atau Rugi Bersih
Laba bersih atau rugi bersih persekutuan dibagi sama besar kecuali dinyatakan lain dalam perjanjian persekutuan. Dasar pembagian yang sama biasanya dipakai untuk pembagian laba bersih maupun laba rugi bersih. Dasar pembagian ini biasanya disebut dengan istilah rasio laba, rasi penghasilan dan rugi, atau rasio laba dan rugi. Selanjutnya kita akan menggunakan istilah rasio laba untuk mengidentifikasi dasar pembagian laba bersih dan rugi bersih. Bagian laba bersih atau rugi bersih sekutu diakui dan dicatat dalam jurnal penutup.
3. Jurnal Penutup
Seperti halnya dalam perusahaan perseorangan, empat jurnal dibutuhkan dalam membuat jurnal penutup untuk persekutuan. Jurnal jurnal tersebut adalah :
- Debit masing masing akun pendapatan sebesar saldonya, dan kredit akun ikhtisar laba rugi untuk total pendapatan.
- Debit akun ikhtisar laba rugi untuk total beban, dan kredit masing masing akun beban sebesar saldonya.
- Debit akun ikhtisar laba rugi sebesar saldonya, dan kredit masing masing akun modal sekutu sejumlah laba bersih atau, kredit akun ikhtisar laba rugi, dan debit masing masing akun modal sekutu sejumlah rugi bersih.
- Debit masing masing akun modal sekutu sebesar saldo akun prive sekutu, dan kredit masing masing akun prive sekutu dengan jumlah yang sama.
4. Rasio Laba
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perjanjian persekutuan seharusnya menyatakan secara spesifik dasar pembagian laba bersih atau rugi bersih. Berikut ini adalah beberapa jenis rasio laba :
- Rasio tetap, dinyatakan dalam bentuk perbandingan, presentase atau pecahan.
- Rasio didasarkan pada saldo modal awal tahun atau pada saldo modal rata rata selama periode berjalan.
- Gaji sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap.
- Bunga pada saldo modal sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap
- Gaji sekutu, bunga pada modal sekutu, dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap.
5. Gaji, Bunga, Dan Sisa Laba Berdasarkan Rasio Tetap
Berdasarkan rasio laba yang telah disebutkan di atas, bagian untuk gaji dan bunga harus di sisihkan terlebih dahulu sebelum sisa laba atau rugi dialokasikan berdasarkan rasio tetap yang telah disepakati. Hal ini tetap berlaku meskipun pembagian melebihi laba bersih. Selain itu, meski persekutuan mengalami kerugian untuk tahun berjalan tetap dilakukan penyisihan terlebih dahulu.
LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan Persekutuan
Laporan laba rugi persekutuan juga sama dengan laporan laba rugi untuk perusahaan perseorangan kecuali adanya pembagian laba bersih, seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya.Fungsi laporan ini adalah untuk menjelaskan dan menggambarkan perubahan pada masing masing akun modal sekutu dan pada total modal persekutuan selama tahun berjalan.
LIKUIDITAS PERSEKUTUAN
Likuidasi persekutuan adalah suatu proses yang meliputi merubah aktiva nonkas menjadi kas. Menyelesaikan dengan para kreditur dan pembagian sisa aktiva kepada kelompok-kelompok kepemilikan.
Pada umumnya likuidasi persekutuan mencakup:
- Proses perkonversian aset non kas menjadi kas.
- Proses pengakuan keuntungan dan kerugian dan biaya likuidasi yang timbul selama masa likuidasi.
- Proses penyelesaian seluruh kewajiban berdasarkan urutan prioritasnya.
Berikut ini urutan prioritas penyelesaian kewajiban:
- Kewajiban yang dipinjam dari kreditur yang bukan sekutu
- Kewajiban yang dipinjam dari sekutu selain modal dan laba
- Mendistribusikan kas kepada sekutu berdasarkan saldo akhir modal mereka
Likuidasi persekutuan memberhentikan jalannya bisnis operasional. Prosesnya meliputi penjualan aset persekutuan, membayar utang kepada kreditor, dan mendistribusikan aset yang tersisa kepada para sekutu. Likuidasi dapat terjadi karena adanya penjualan bisnis oleh para sekutu melalui perjanjian, meninggalnya salah seorang sekutu, atau bangkrutnya bisnis yang dijalankan. Dalam proses likuidasi, penjualan aset non kas menjadi kas disebut realisasi (realization). Perbedaan nilai yang timbul antara nilai buku dengan kas yang diperoleh dari penjualan disebut keuntungan atau kerugian atas realisasi. Untuk melikiudasi persekutuan ada beberapa hal penting yang dilakukan:
- Menjual aset nonkas menjadi kas dan mengakui keuntungan atau kerugian atas realisasi.
- Mengalokasikan keuntungan atas kerugian atas realisasi kepada para sekutu berdasarkan rasio laba.
- Membayar utang persekutuan.
- Mendistribusikan sisa kas kepada para sekutu berdasarkan saldo modal sekutu.
Tahap-tahap dalam proses likuidasi adalah sebagai berikut:
- Aset nonkas (piutang, persediaan, dan peralatan)
- Keuntungan atas relasi
- Kewajiban persekutuan mencakup wesel bayar dan utang usaha.
- Sisa kas distribusikan ke para sekutu berdasarkan saldo modal meraka.
Komentar
Posting Komentar