RANGKUMAN HASIL KELOMPOK 4
PERSEROAN TERBATAS : ORGANISASI DAN TRANSAKSI MODAL SAHAM
DEFINISI PERSEROAN TERBATAS
Perseroan Terbatas (corporation) adalah entitas yang terpisah dan berbeda dengan pemiliknya.
Bentuk organisasi Perseroan Terbatas dibagi 2, yaitu:
Berdasarkan tujuan: memperoleh laba / tidak memperoleh laba.
Berdasarkan Kepemilikan: dimiliki oleh publik / dimiliki oleh kalangan terbatas
2. KARAKTERISTIK PERSEROAN TERBATAS
Adanya pemisahan secara hukum
2. Kewajiban terbatas dari pemegang saham
3. Hak kepemilikan dapat dipindah tangankan
4. Kemampuan memperoleh modal
5. Umur yang tidak terbatas
6. Management perseroan terbatas
7. Peraturan pemerintah
8. Pajak tambahan
3. MODAL PERSEROAN TERBATAS
Bagian ekuitas pemegang saham di neraca perusahaan mencakup:
1. Modal Disetor (paid-in capital)
Adalah total jumlah kas dan asset lain yang diterima oleh perseroan terbatas yang berasal dari pemegang saham dengan pertukaran saham perusahaan. Perusahaan hanya memiliki 1 jenis saham, maka akan disebut sebagai saham biasa.
Saldo Laba atau Laba Ditahan (retained earnings)
Adalah laba bersih yang ditahan oleh pihak perusahaan. Laba bersih yang dicatat dalam Saldo Laba berasal dari ayat jurnal penutup dengan mendebit Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit Saldo Laba.
Contoh: Diasumsikan bahwa laba bersih untuk Delta Robotics pada tahun pertama kegiatan operasionalnya adalah $130.000, maka ayat jurnal penutupnya adalah
Ikhtisar Laba Rugi $130.000
Saldo Laba $130.000
(menutup Ikhtisar Laba Rugi dan
memindahkan Laba Bersih ke Saldo Laba)
4. AKUNTANSI PENERBITAN SAHAM BIASA
Tujuan utama akuntansi untuk penerbitan saham adalah : (1) untuk mengidentifikasi sumber modal disetor, (2) untuk tetap membedakan antara modal disetor dan saldo laba. Penerbitan saham biasa hanya mempengaruhi akun modal disetor.
Penerbitan Saham Biasa dengan Nilai Nominal Secara Tunai
Hasil pembanyaran dari penerbitan saham dengan nilai nominal bisa sama, lebih besar, atau lebih kecil dari nilai nominalnya. Ketika penerbitan saham biasa secara tunai dicatat, nilai nominal saham akan dikredit keakun saham biasa. Bagian uang yang diterima (Proceeds) diatas atau dibawah nilai nominal dicatat pada akun modal disetor yang terpisah.
Sebagai contoh, Hydro-Slide menerbitkan 1.000 saham dengan nilai nominal $1 perlembar secara tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:
Kas $1.000
Saham Biasa $1.000
(mencatat penerbitan 1.000 saham
dengan nilai nominal $1)
Jika Hydro-Slide menerbitkan tambahan 1.000 saham secara tunai seharga $5 perlembar dengan nilai nomibal $1, maka jurnalnya adalah:
Kas $5.000
Saham Biasa $1.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $4.000
(mencatat penerbitan tambahan 1.000
saham biasa)
2. Penerbitan Saham Biasa tanpa Nilai Nominal Secara Tunai
Saat saham biasa tidak memiliki nilai nominal namu memiliki nilai yang ditetapkan, maka ayat jurnal yang dibuat sama seperti yang diilustrasikan untuk saham dengan nilai nominal. Nilai yang ditetapkan dikredit kesaham biasa. Begitu juga saat harga jual saham tanpa nilai nominal diatas nilai yang ditetapkan, maka selisihnya akan dikredit ke Tambahan Modal Disetor.
Sebagai contoh, Hydro-Slide, Inc. memiliki saham tanpa nilai nomonal dengan nilai yang ditetapkan sebesar $5 dan perusahaan menerbitkan 5.000 saham seharga $8 perlembar secara tunai. Jurnal yang dibuat adalah:
Kas $40.000
Saham Biasa $25.000
Agio Saham (Nilai Dinyatakan) $15.000
(mencatat penerbitan 5.000 saham tanpa nilai
nominal dengan nilai yang ditetapkan sebesar $5)
Agio Saham akan dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada bagian ekuitas pemegang saham di neraca. Apa yang akan terjadi jika saham tanpa nilai nominal juga tidak memiliki nilai yang ditetapkan? Dalam kasus ini, seluruh uang yang diterima akan dikredit ke Saham Biasa. Jika Hydro-Slide tidak menentukan nilai yang ditetapkan pada saham tanpa nilai nominal penerbitan 5.000 saham secara tunai seharga $8 per lembar akan dicatat sebagai berikut.
Kas $40.000
Saham Biasa $40.000 (mencatat penerbitan 5.000 saham tanpa nilai
nominal)
Penerbitan Saham Biasa untuk Jasa atau Aset Non Tunai
Saham dapat juga diterbitkan untuk jasa yang diterima (sebagai pembayaran atas jasa) atau menerima pembayaran bukan dalam bentuk tunai (seperti perolehan tanah, bangunan, dan peralatan). Dengan demikian yang dianggap biaya bisa berupa nilai pasar wajar atas asset yang diserahkan,atau nilai pasar wajar atas asset yang diterima, mana yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.
Sebagai contoh asumsikan bahwa penasihat hukum yang membantu pendirian Jordan Company menagih biaya jasa sebesar $5.000. Mereka setuju untuk menerima saham biasa dengan nilai nominal $1 perlembar untuk pembayaran seluruh tagihan tersebut. Dalam kasus ini, nilai pasar saham diperkirakan $5.000. Ayat jurnal yang dibuat adalah:
Beban Pendirian Perusahaan $5.000
Saham Biasa $4.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $1.000
(mencatat penerbitan 4.000saham dengan
nilai nominal $1 untuk penasihat hukum)
Sebaliknya misalkan Athletic Research Inc. merupakan perusahaan terbuka. Nilai nominal saham biasa $5 perlembar yang diperdagangkan secara aktif dengan harga pasar $8 perlembar. Perusahaan menerbitkan 10.000 lembar saham untuk memperoleh tanah yang ditawarkan dengan harga jual $90.000. Bukti yang cukup kuat menunjukkan bahwa transaksi nontunai ini diperkirakan hanya $80.000. Transaksi ini akari dicatat sebagai berikut.
Tanah $80.000
Saham Biasa $50.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $30.000
(mencatat penerbitan 10.000 saham dengan
nilai nominal $5 untuk perolehan tanah)
Sebagaimana pada contoh tersebut, nilai nominal saham tidak pernah dijadikan dasar untuk menentukan biaya perolehan dari aset yang diterima.
5. AKUNTANSI UNTUK SAHAM TREASURI
Adalah saham milik perusahaan yang telah diterbitkan, telah dibayar lunas kemudian diperoleh kembali oleh perusahaan tetapi tidak dimaksudkan untuk ditebus. Perusahaan memperoleh kembali perusahaannya untuk berbagai alasan:
Menerbitkan kembali saham tersebut ke karyawan sebagai bonus atau programkompensasi saham
Meningkatkan perdagangan saham perusahaan di bursa saham dengan tujuan dapat meningkatkan nilai saham
Memiliki saham yang cukup untuk digunakan dalam mengakuisisi perusahaan lain
Mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan laba persaham
Mencegah pengambi lalihkan oleh perusahaan lain.
Pembelian Saham Treasuri
Akun saham treasuri didebit dengan harga yang dibayarkan untuk memperoleh saham tersebut. Jumlah yang sama dikredit ke akun saham treasuri jika saham tersebut dijual kembali.
Sebagai contoh, asumsikan bahwa pada tanggal 1 Januari 2005, bagian ekuitas pemegang saham dari Mead. Inc. memiliki 100.000 saham yang beredar (seluruhnya diterbitkan pada nilai nominalnya) dengan harga nominal $5 dan Saldo Laba sebesar $200.000. Bagian ekuitas pemegang saham sebelum pembelian saham treasuri adalah sebagai berikut.
Pada tanggal 1 Februari 2005, Mead memperoleh 4.000 saham dengan harga $8 per lembar. Ayat jurnal yang dibuat adalah:
1 Feb Saham Treasuri $32.000
Kas $32.000
(mencatat pembelian 4.000 saham
treasuri seharga $8 perlembar)
Penjualan Saham Treasuri
Penjualan saham treasuri diatas biaya perolehan
Jika harga jual saham treasuri sama dengan biaya perolehan, maka penjualan saham tersebut dicatat dengan mendebit Kas dan mengkredit SahamTreasuri. Jika harga jual dari saham tersebut lebih tinggi dari biaya perolehan, selisihnya akan dikredit sebagai modal disetor dari saham treasuri.
Sebagai contoh, asumsikan bahwa 1.000 saham treasuri Mead, Inc. yang sebelumnya diperoleh dengan harga $8 per lembar, dijual seharga $10 per lembar pada tanggal 1 Juli. Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.
1 Jul Kas $10.000
Saham Treasuri $8.000
Modal disetor dari Saham Treasuri $2.000
(mencatat penjualan 1.000 saham
treasuri diatas biaya perolehan)
Penjualan saham treasuri dibawah biaya perolehan
Ketika saham treasuri dijual dibawah biaya perolehan, selisih atas biaya perolehan diatas harga jual akan didebit ke Modal Disetor dari Saham Treasuri. Iika Mead, Inc. menjual tambahan 800 saham treasuri pada tanggal l Oktober seharga $7 per lembar, maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.
1 Okt Kas $5.600
Modal Disetor dari Saham Treasuri $800
Saham Treasuri $6.400
(mencatat penjualan 800 saham treasuri
dibawah biaya perolehan)
6. SAHAM PREFEREN
Adalah perjanjian yang memberikan keutamaan atau kelebihan bagi pemiliknya dibandingkan pemegang saham biasa untuk hal-hal tertentu. Secara khusus pemegang saham preferen memiliki prioritas dalam hal (1) pembagian laba atau deviden dan (2) asset jika terjadi likuiditas. Namun biasanya saham preferen tidak memiliki hak suara.
Seperti saham biasa, saham preferen dapat diterbitkan secara tunai atau aset nontunai. Jurnal untuk transaksi ini sama dengan jurnal untuk saham biasa. Ketika perusahaan memiliki lebih dari satu jenis saham, setiap nama akun modal disetor harus menunjukkan saham yang scsuai. Sebagai contoh, perusahaan. memiliki akun berikut: Saham Preferen; Saham Biasa, Agio Saham-Saham Preferen, dan Agio Saham-Saham Biasa. Diasumsikan bahwa Stine Camden menerbitkan 10.000 saham seharga $12 per lembar dengan nilai nominal $10 untuk mencatat penerbitan tersebut adalah:
Kas $120.000
Saham Preferen $100.000
Agio Saham (Nilai Nominal)-Saham Preferen $20.0000
(mencatat penerbitan 10.000 saham preferen
dengan nilai nominal $10)
Saham preferen dapat memiliki nilai nominal atau tidak. Pada bagian ekuitas pemegang saham dineraca, saham preferen akan disajikan pertama kali karena memiliki prioritas atas dividendan likuidasi sebagai mana akan dibahas berikut ini:
Prioritas atas dividen
Pemegang saham preferen memiliki hak untuk memperoleh pembagian laba sebelum saham biasa menerimanya. Pemegang saham preferen dapat memiliki Deviden Kumulatif(cumulative dividend), yang berarti pemegang saham prefen harus dibayar untuk penerimaan deviden setiap tahun dan memperoleh prioritas atas deviden yang belum diterima sebelum pemegang saham biasa menerima dividen. Ketika saham preferen bersifat kumulatif, dividen preferen tidak diumumkan untuk suatu periode tertentu dan disebut sebagai dividen terulanf/dividen belum terbayar (dividend in arrears).
2. Prioritas atas likuidasi
Saham preferen juga memiliki prioritas atas asset perusahaan jika perusahaan dilikuidasi. Hak atas asset dapat sebesar nilai nominal saham atas jumlah nilai likuidasi tertentu. Hak prioritas dalam likuidasi memberikan klaim khusus bagi para kreditordan pemegang saham preferen.
7. PENYAJIAN DAN ANALISIS LAPORAN
Dalam bagian ekuitas pemegang saham di neraca, modal disetor dan saldo laba akan dilaporkan Sumber dana dari modal disetor akan dijelaskan setara khusus.Dalam modal disetor, terdapat dua klasifikasi yang diakui:
Modal saham. Kategori ini terdiri atas saham preferen dan saham biasa. Saham preferen akan disajikan sebelum saham biasa karena adanya hak prioritas yang dimiliki oleh pemegang saham preferen Nilai nominal,jumlah saham dalam modal dasar, saham yang diterbitkan, dan saham yang beredar akan dilaporkan untuk setiap jenis saham.
Tambahan Modal Disetor. Kategori ini mencakup selisih antara jumlah yang dibayarkan dengan nominal-nominal atau nilai yang ditetapkan dan modal disetor dari saham treasuri.
Penyajian
Bagian ekuitas pemegang saham connally inc. mencakup semua akun yang telah dibahas.pengungkapan yang terkait dengan saham biasa connally adalah 400.000 saham yang diterbitkan, 100.000 saham yang belum diterbitkan (500.000 saham sebagai modal dasar saham dikurangi 400.000 saham diterbitkan), dan 390.000 saham yang beredar (400.000 saham diterbitkan dikurangi 10.000 saham treasuri). Pada laporan tahunan yang diumumkan, masing-masing sumber tambahan modal disetor seringkali digabungkan dan dilaporkan sebagai satu kesatuan jumlah.selain itu saham sebagai modal saham seringkali tidak dilaporkan. Dalam praktiknya istilah “surplus modal” kadang digunakan untuk akun tambahan modal disetor dan “surplus laba” digunakan untuk akun saldo laba. Penggunaan istilah “surplus” menunjukan selisih lebih atas jumlah dana yang tersedia. Oleh karena itu istilah “surplus” seharusnya tidak digunakan dalam akuntansi.
2. Analisis – nilai buku per saham
Nilai buku per saham (book value per share) adalah ekuitas yang dimiliki pemegang saham biasa dalam asset bersih perusahaan dari kepemilikan setiap lembar saham.aset bersih perusahaan harus sama dengan total ekuitas.sehingga rumus untuk menghitung nilai buku persaham ketika perusahaan hanya memiliki satu jenis saham yang beredar adalah:
Dengan demikian jika Marlo Corporation memiliki total ekuitas pemegang saham sebesar $ 1.500.000 (saham biasa $1.000.000 dan saldo laba $500.000)dan 50.000 saham biasa yang beredar, maka nilai buku per saham adalah $30 ($1.500.000 ÷50.000).
Nilai Buku versus Nilai Pasar
Nilai buku persaham tidaklah sama dengan nilai pasar persaham. Secara umum, nilai buku didasarkan atas pencatatn biaya perolehan. Nilai pasar menunjukkan pertimbangan subjektif dari ribuan pemegang saham dan investor tentang potensi perusahaan untuk laba dimasa mendatang dan dividen. Nilai pasar persaham dapat lebih tinggi dari nilai buku persaham.
Nilai buku persaham akan berguna untuk menentukan tren jumlah perlembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham diperusahaan. Nilai ini juga menentukan dalam banyak kontrak dan kasus dipengadilan saat hak individu didasarkan pada informasi biaya perolehan
DEFINISI PERSEROAN TERBATAS
Perseroan Terbatas (corporation) adalah entitas yang terpisah dan berbeda dengan pemiliknya.
Bentuk organisasi Perseroan Terbatas dibagi 2, yaitu:
Berdasarkan tujuan: memperoleh laba / tidak memperoleh laba.
Berdasarkan Kepemilikan: dimiliki oleh publik / dimiliki oleh kalangan terbatas
2. KARAKTERISTIK PERSEROAN TERBATAS
Adanya pemisahan secara hukum
2. Kewajiban terbatas dari pemegang saham
3. Hak kepemilikan dapat dipindah tangankan
4. Kemampuan memperoleh modal
5. Umur yang tidak terbatas
6. Management perseroan terbatas
7. Peraturan pemerintah
8. Pajak tambahan
3. MODAL PERSEROAN TERBATAS
Bagian ekuitas pemegang saham di neraca perusahaan mencakup:
1. Modal Disetor (paid-in capital)
Adalah total jumlah kas dan asset lain yang diterima oleh perseroan terbatas yang berasal dari pemegang saham dengan pertukaran saham perusahaan. Perusahaan hanya memiliki 1 jenis saham, maka akan disebut sebagai saham biasa.
Saldo Laba atau Laba Ditahan (retained earnings)
Adalah laba bersih yang ditahan oleh pihak perusahaan. Laba bersih yang dicatat dalam Saldo Laba berasal dari ayat jurnal penutup dengan mendebit Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit Saldo Laba.
Contoh: Diasumsikan bahwa laba bersih untuk Delta Robotics pada tahun pertama kegiatan operasionalnya adalah $130.000, maka ayat jurnal penutupnya adalah
Ikhtisar Laba Rugi $130.000
Saldo Laba $130.000
(menutup Ikhtisar Laba Rugi dan
memindahkan Laba Bersih ke Saldo Laba)
4. AKUNTANSI PENERBITAN SAHAM BIASA
Tujuan utama akuntansi untuk penerbitan saham adalah : (1) untuk mengidentifikasi sumber modal disetor, (2) untuk tetap membedakan antara modal disetor dan saldo laba. Penerbitan saham biasa hanya mempengaruhi akun modal disetor.
Penerbitan Saham Biasa dengan Nilai Nominal Secara Tunai
Hasil pembanyaran dari penerbitan saham dengan nilai nominal bisa sama, lebih besar, atau lebih kecil dari nilai nominalnya. Ketika penerbitan saham biasa secara tunai dicatat, nilai nominal saham akan dikredit keakun saham biasa. Bagian uang yang diterima (Proceeds) diatas atau dibawah nilai nominal dicatat pada akun modal disetor yang terpisah.
Sebagai contoh, Hydro-Slide menerbitkan 1.000 saham dengan nilai nominal $1 perlembar secara tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:
Kas $1.000
Saham Biasa $1.000
(mencatat penerbitan 1.000 saham
dengan nilai nominal $1)
Jika Hydro-Slide menerbitkan tambahan 1.000 saham secara tunai seharga $5 perlembar dengan nilai nomibal $1, maka jurnalnya adalah:
Kas $5.000
Saham Biasa $1.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $4.000
(mencatat penerbitan tambahan 1.000
saham biasa)
2. Penerbitan Saham Biasa tanpa Nilai Nominal Secara Tunai
Saat saham biasa tidak memiliki nilai nominal namu memiliki nilai yang ditetapkan, maka ayat jurnal yang dibuat sama seperti yang diilustrasikan untuk saham dengan nilai nominal. Nilai yang ditetapkan dikredit kesaham biasa. Begitu juga saat harga jual saham tanpa nilai nominal diatas nilai yang ditetapkan, maka selisihnya akan dikredit ke Tambahan Modal Disetor.
Sebagai contoh, Hydro-Slide, Inc. memiliki saham tanpa nilai nomonal dengan nilai yang ditetapkan sebesar $5 dan perusahaan menerbitkan 5.000 saham seharga $8 perlembar secara tunai. Jurnal yang dibuat adalah:
Kas $40.000
Saham Biasa $25.000
Agio Saham (Nilai Dinyatakan) $15.000
(mencatat penerbitan 5.000 saham tanpa nilai
nominal dengan nilai yang ditetapkan sebesar $5)
Agio Saham akan dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada bagian ekuitas pemegang saham di neraca. Apa yang akan terjadi jika saham tanpa nilai nominal juga tidak memiliki nilai yang ditetapkan? Dalam kasus ini, seluruh uang yang diterima akan dikredit ke Saham Biasa. Jika Hydro-Slide tidak menentukan nilai yang ditetapkan pada saham tanpa nilai nominal penerbitan 5.000 saham secara tunai seharga $8 per lembar akan dicatat sebagai berikut.
Kas $40.000
Saham Biasa $40.000 (mencatat penerbitan 5.000 saham tanpa nilai
nominal)
Penerbitan Saham Biasa untuk Jasa atau Aset Non Tunai
Saham dapat juga diterbitkan untuk jasa yang diterima (sebagai pembayaran atas jasa) atau menerima pembayaran bukan dalam bentuk tunai (seperti perolehan tanah, bangunan, dan peralatan). Dengan demikian yang dianggap biaya bisa berupa nilai pasar wajar atas asset yang diserahkan,atau nilai pasar wajar atas asset yang diterima, mana yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.
Sebagai contoh asumsikan bahwa penasihat hukum yang membantu pendirian Jordan Company menagih biaya jasa sebesar $5.000. Mereka setuju untuk menerima saham biasa dengan nilai nominal $1 perlembar untuk pembayaran seluruh tagihan tersebut. Dalam kasus ini, nilai pasar saham diperkirakan $5.000. Ayat jurnal yang dibuat adalah:
Beban Pendirian Perusahaan $5.000
Saham Biasa $4.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $1.000
(mencatat penerbitan 4.000saham dengan
nilai nominal $1 untuk penasihat hukum)
Sebaliknya misalkan Athletic Research Inc. merupakan perusahaan terbuka. Nilai nominal saham biasa $5 perlembar yang diperdagangkan secara aktif dengan harga pasar $8 perlembar. Perusahaan menerbitkan 10.000 lembar saham untuk memperoleh tanah yang ditawarkan dengan harga jual $90.000. Bukti yang cukup kuat menunjukkan bahwa transaksi nontunai ini diperkirakan hanya $80.000. Transaksi ini akari dicatat sebagai berikut.
Tanah $80.000
Saham Biasa $50.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $30.000
(mencatat penerbitan 10.000 saham dengan
nilai nominal $5 untuk perolehan tanah)
Sebagaimana pada contoh tersebut, nilai nominal saham tidak pernah dijadikan dasar untuk menentukan biaya perolehan dari aset yang diterima.
5. AKUNTANSI UNTUK SAHAM TREASURI
Adalah saham milik perusahaan yang telah diterbitkan, telah dibayar lunas kemudian diperoleh kembali oleh perusahaan tetapi tidak dimaksudkan untuk ditebus. Perusahaan memperoleh kembali perusahaannya untuk berbagai alasan:
Menerbitkan kembali saham tersebut ke karyawan sebagai bonus atau programkompensasi saham
Meningkatkan perdagangan saham perusahaan di bursa saham dengan tujuan dapat meningkatkan nilai saham
Memiliki saham yang cukup untuk digunakan dalam mengakuisisi perusahaan lain
Mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan laba persaham
Mencegah pengambi lalihkan oleh perusahaan lain.
Pembelian Saham Treasuri
Akun saham treasuri didebit dengan harga yang dibayarkan untuk memperoleh saham tersebut. Jumlah yang sama dikredit ke akun saham treasuri jika saham tersebut dijual kembali.
Sebagai contoh, asumsikan bahwa pada tanggal 1 Januari 2005, bagian ekuitas pemegang saham dari Mead. Inc. memiliki 100.000 saham yang beredar (seluruhnya diterbitkan pada nilai nominalnya) dengan harga nominal $5 dan Saldo Laba sebesar $200.000. Bagian ekuitas pemegang saham sebelum pembelian saham treasuri adalah sebagai berikut.
Pada tanggal 1 Februari 2005, Mead memperoleh 4.000 saham dengan harga $8 per lembar. Ayat jurnal yang dibuat adalah:
1 Feb Saham Treasuri $32.000
Kas $32.000
(mencatat pembelian 4.000 saham
treasuri seharga $8 perlembar)
Penjualan Saham Treasuri
Penjualan saham treasuri diatas biaya perolehan
Jika harga jual saham treasuri sama dengan biaya perolehan, maka penjualan saham tersebut dicatat dengan mendebit Kas dan mengkredit SahamTreasuri. Jika harga jual dari saham tersebut lebih tinggi dari biaya perolehan, selisihnya akan dikredit sebagai modal disetor dari saham treasuri.
Sebagai contoh, asumsikan bahwa 1.000 saham treasuri Mead, Inc. yang sebelumnya diperoleh dengan harga $8 per lembar, dijual seharga $10 per lembar pada tanggal 1 Juli. Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.
1 Jul Kas $10.000
Saham Treasuri $8.000
Modal disetor dari Saham Treasuri $2.000
(mencatat penjualan 1.000 saham
treasuri diatas biaya perolehan)
Penjualan saham treasuri dibawah biaya perolehan
Ketika saham treasuri dijual dibawah biaya perolehan, selisih atas biaya perolehan diatas harga jual akan didebit ke Modal Disetor dari Saham Treasuri. Iika Mead, Inc. menjual tambahan 800 saham treasuri pada tanggal l Oktober seharga $7 per lembar, maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.
1 Okt Kas $5.600
Modal Disetor dari Saham Treasuri $800
Saham Treasuri $6.400
(mencatat penjualan 800 saham treasuri
dibawah biaya perolehan)
6. SAHAM PREFEREN
Adalah perjanjian yang memberikan keutamaan atau kelebihan bagi pemiliknya dibandingkan pemegang saham biasa untuk hal-hal tertentu. Secara khusus pemegang saham preferen memiliki prioritas dalam hal (1) pembagian laba atau deviden dan (2) asset jika terjadi likuiditas. Namun biasanya saham preferen tidak memiliki hak suara.
Seperti saham biasa, saham preferen dapat diterbitkan secara tunai atau aset nontunai. Jurnal untuk transaksi ini sama dengan jurnal untuk saham biasa. Ketika perusahaan memiliki lebih dari satu jenis saham, setiap nama akun modal disetor harus menunjukkan saham yang scsuai. Sebagai contoh, perusahaan. memiliki akun berikut: Saham Preferen; Saham Biasa, Agio Saham-Saham Preferen, dan Agio Saham-Saham Biasa. Diasumsikan bahwa Stine Camden menerbitkan 10.000 saham seharga $12 per lembar dengan nilai nominal $10 untuk mencatat penerbitan tersebut adalah:
Kas $120.000
Saham Preferen $100.000
Agio Saham (Nilai Nominal)-Saham Preferen $20.0000
(mencatat penerbitan 10.000 saham preferen
dengan nilai nominal $10)
Saham preferen dapat memiliki nilai nominal atau tidak. Pada bagian ekuitas pemegang saham dineraca, saham preferen akan disajikan pertama kali karena memiliki prioritas atas dividendan likuidasi sebagai mana akan dibahas berikut ini:
Prioritas atas dividen
Pemegang saham preferen memiliki hak untuk memperoleh pembagian laba sebelum saham biasa menerimanya. Pemegang saham preferen dapat memiliki Deviden Kumulatif(cumulative dividend), yang berarti pemegang saham prefen harus dibayar untuk penerimaan deviden setiap tahun dan memperoleh prioritas atas deviden yang belum diterima sebelum pemegang saham biasa menerima dividen. Ketika saham preferen bersifat kumulatif, dividen preferen tidak diumumkan untuk suatu periode tertentu dan disebut sebagai dividen terulanf/dividen belum terbayar (dividend in arrears).
2. Prioritas atas likuidasi
Saham preferen juga memiliki prioritas atas asset perusahaan jika perusahaan dilikuidasi. Hak atas asset dapat sebesar nilai nominal saham atas jumlah nilai likuidasi tertentu. Hak prioritas dalam likuidasi memberikan klaim khusus bagi para kreditordan pemegang saham preferen.
7. PENYAJIAN DAN ANALISIS LAPORAN
Dalam bagian ekuitas pemegang saham di neraca, modal disetor dan saldo laba akan dilaporkan Sumber dana dari modal disetor akan dijelaskan setara khusus.Dalam modal disetor, terdapat dua klasifikasi yang diakui:
Modal saham. Kategori ini terdiri atas saham preferen dan saham biasa. Saham preferen akan disajikan sebelum saham biasa karena adanya hak prioritas yang dimiliki oleh pemegang saham preferen Nilai nominal,jumlah saham dalam modal dasar, saham yang diterbitkan, dan saham yang beredar akan dilaporkan untuk setiap jenis saham.
Tambahan Modal Disetor. Kategori ini mencakup selisih antara jumlah yang dibayarkan dengan nominal-nominal atau nilai yang ditetapkan dan modal disetor dari saham treasuri.
Penyajian
Bagian ekuitas pemegang saham connally inc. mencakup semua akun yang telah dibahas.pengungkapan yang terkait dengan saham biasa connally adalah 400.000 saham yang diterbitkan, 100.000 saham yang belum diterbitkan (500.000 saham sebagai modal dasar saham dikurangi 400.000 saham diterbitkan), dan 390.000 saham yang beredar (400.000 saham diterbitkan dikurangi 10.000 saham treasuri). Pada laporan tahunan yang diumumkan, masing-masing sumber tambahan modal disetor seringkali digabungkan dan dilaporkan sebagai satu kesatuan jumlah.selain itu saham sebagai modal saham seringkali tidak dilaporkan. Dalam praktiknya istilah “surplus modal” kadang digunakan untuk akun tambahan modal disetor dan “surplus laba” digunakan untuk akun saldo laba. Penggunaan istilah “surplus” menunjukan selisih lebih atas jumlah dana yang tersedia. Oleh karena itu istilah “surplus” seharusnya tidak digunakan dalam akuntansi.
2. Analisis – nilai buku per saham
Nilai buku per saham (book value per share) adalah ekuitas yang dimiliki pemegang saham biasa dalam asset bersih perusahaan dari kepemilikan setiap lembar saham.aset bersih perusahaan harus sama dengan total ekuitas.sehingga rumus untuk menghitung nilai buku persaham ketika perusahaan hanya memiliki satu jenis saham yang beredar adalah:
Dengan demikian jika Marlo Corporation memiliki total ekuitas pemegang saham sebesar $ 1.500.000 (saham biasa $1.000.000 dan saldo laba $500.000)dan 50.000 saham biasa yang beredar, maka nilai buku per saham adalah $30 ($1.500.000 ÷50.000).
Nilai Buku versus Nilai Pasar
Nilai buku persaham tidaklah sama dengan nilai pasar persaham. Secara umum, nilai buku didasarkan atas pencatatn biaya perolehan. Nilai pasar menunjukkan pertimbangan subjektif dari ribuan pemegang saham dan investor tentang potensi perusahaan untuk laba dimasa mendatang dan dividen. Nilai pasar persaham dapat lebih tinggi dari nilai buku persaham.
Nilai buku persaham akan berguna untuk menentukan tren jumlah perlembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham diperusahaan. Nilai ini juga menentukan dalam banyak kontrak dan kasus dipengadilan saat hak individu didasarkan pada informasi biaya perolehan
Komentar
Posting Komentar